Mengenal Kota Mekah dan Keutamaannya
Category : " Sejarah "
Asal Penamaan Kota Mekah
Mekah, namanya berasal dari kata: imtakka yang artinya mendesak atau mendorong.
Kota ini disebut Mekah karena manusia berdesakan di sana (Mu’jam
al-Buldan, kata: Mekah).
Dalam Alquran Allah menyebutnya dengan Bakkah. Allah berfirman,
إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى
لِلْعَالَمِينَ
“Sesungguhnya
rumah yang pertama kali di dibangun (di bumi) untuk (tempat beribadah) manusia
adalah Baitullah di Bakkah (Mekah) yang memiliki berkah dan petunjuk bagi
seluruh alam.” (QS. Ali Imran: 96).
Kota Mekah disebut Bakkah dari kata bakka – yabukku,
artinya menekan. Karena Mekah menekan leher-leher orang yang sombong (Tafsir
Jalalain untuk QS. Ali Imran:
96).
Kota Mekah juga memiliki nama lain, diantaranya:
1. Ummul Qura (pusat kota), Allah berfirman,
وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَى
وَمَنْ حَوْلَهَا
“Demikianlah
Kami wahyukan kepadamu Al Quran dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi
peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri)
sekelilingnya.” (QS. As Syura: 7)
Kota Mekah disebut Ummul Qura karena menjadi kota yang paling padat kegiatannya.
2. Al-Balad al-Amin (kota yang aman), Allah berfirman,
وَهَذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ
“Demi
al-Balad al-Amin ini (Mekkah).” (QS. At Tin: 3).
3. Ma’ad (tempat kembali), Allah berfirman,
إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَى مَعَادٍ
“Sesungguhnya
Dzat yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Quran, benar-benar
akan mengembalikan kamu ke tempat kembali.” (QS. Al Qashas: 85).
Sebagian ahli tafsir mengatakan, yang dimaksud tempat kembali adalah Mekkah. (Tafsir
Jalalain, untuk QS. Al Qashas: 85)
4. Al-Baitul Haram, Allah berfirman,
وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا
وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ
“(ingatlah),
ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan
mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan
sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf…” (QS. Al Haj: 26).
Sebagian ahli tafsir menjelaskan bahwa Baitullah adalah Mekkah (Mekkah fil
Qur’an wa as-Sunnah, Hal. 6)
Posisi Geografis
Secara geografis, Kota Mekah terletak sekitar 600 km sebelah selatan kota
Madinah, kurang lebih 200 km sebelah Timur Laut kota Jeddah. Kota ini merupakan
lembah sempit yang dikelilingi gunung-gunung dengan bangunan Ka`bah sebagai
pusatnya. Ada dua gunung yang mengelilingi kota Mekah, gunung Abu Qubais dan
gunung Qa`qa`an.
Keutamaan Kota Mekah
Ada beberapa hadis yang menyebutkan keutamaan kota Mekah, diantaranya adalah
1.
Allah pilih untuk dijadikan tempat Ka`bah
Allah berfirman,
إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى
لِلْعَالَمِينَ
“Sesungguhnya
rumah yang pertama kali dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah
Baitullah yang di Bakkah (Mekah)…” (QS. Ali Imran: 96)
2. Mekah adalah negeri yang terbaik dan paling dicintai Allah.
Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
menghadapkan wajahnya ke Mekah, ketika hendak hijrah ke madinah:
والله إني لأعلم أنك أحب بلد الله إلي وأنك أحب أرض الله الى الله عز و جل وانك خير
بقعة على وجه الأرض وأحبها الى الله تعالى ولولا أن أهلك أخرجوني منك ما خرجت
“Demi
Allah, saya sangat sadar bahwa engkau adalah negeri Allah yang paling aku
cintai, dan negeri yang paling dicintai Allah. Engkau adalah tempat yang paling
baik di muka bumi dan yang paling dicintai Allah. Andaikan bukan karena
pendudukmu yang mengusirku, aku tidak akan keluar.” (Fadhail
Mekah, hal. 18)
3. Allah melindungi Mekah dari serangan luar
Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ حَبَسَ عَنْ مَكَّةَ الفِيلَ، وَسَلَّطَ عَلَيْهِمْ رَسُولَ اللَّهِ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالمُؤْمِنِينَ
“Sesungguhnya
Allah melindungi Mekah dari serangan gajah dan Dia jadikan Rasul-Nya dan orang
mukmin menguasainya…” (HR. Bukhari no. 112)
4. Dajjal tidak bisa masuk Mekah
Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلَّا سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ، إِلَّا مَكَّةَ، وَالمَدِينَةَ،
لَيْسَ لَهُ مِنْ نِقَابِهَا نَقْبٌ، إِلَّا عَلَيْهِ المَلاَئِكَةُ صَافِّينَ
يَحْرُسُونَهَا
“Tidak
ada satupun negeri kecuali akan diinjak Dajjal. Kecuali Mekah dan madinah. Tidak
satupun lorong menuju kota tersebut, kecuali di sana terdapat para Malaikat yang
berbaris, menjaga kota tersebut.” (HR. Bukhari no. 1881).
5. Tanah Haram
Haram [Arab: حرم] artinya mulia. Disebut tanah haram, karena kota Mekah memiliki
aturan khusus yang tidak ada pada daerah lain. Di antaranya, tidak boleh memburu
binatangnya, mematahkan rantingnya, sebagaimana disebutkan dalah hadis berikut:
Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
وَلاَ يُعْضَدُ شَجَرُهَا، وَلاَ يُنَفَّرُ صَيْدُهَا، وَلاَ يُلْتَقَطُ
لُقْطَتُهَا إِلَّا لِمُعَرِّفٍ
“…tidak boleh mematahkan rantingnya, tidak boleh memburu hewan liarnya, tidak
halal mengambil barang
hilang, kecuali bagi orang yang hendak mengumumkannya…” (HR. Bukhari no. 1510)
Fiqh Tentang Mekah
Beberapa hukum terkait
kota Mekah
- Dibolehkan memasuki kota Mekah dalam keadaan tidak ihram, selama tidak berniat untuk melaksanakan haji atau umrah. Dalilnya: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika fathu Mekah, beliau memasuki kota Mekah tanpa memakai pakaianihram.
- Bagi orang yang hendak haji, wajib berihram ketika hendak memasuki batas tanah haram (Mekah)
- Dibolehkan melakukan perjalanan jauh yang menghabiskan banyak biaya dalam rangka berkunjung ke masjidil haram. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ: المَسْجِدِ الحَرَامِ،
وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمَسْجِدِ الأَقْصَى
“Tidak boleh mengadakan perjalanan jauh dalam rangka mengunjungi tempat ibadah selain
tiga masjid: Masjidil al-Haram, Masjid an-Nabawi, dan Masjid al-Aqsha.” (HR.
Bukhari no. 1132)
4. Maksiat yang dilakukan di tanah haram, dosanya dilipatkan menjadi lebih besar
dari pada maksiat yang dilakukan di luar tanah haram. Allah berfirman,
وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
“Barangsiapa
yang ingin melakukan penyimpangan dengan kedzaliman di Mekah, maka Kami akan
siksa dia dengan siksaan yang menyakitkan.” (QS. Al Haj: 25)
5. Shalat di Masjidil Haram pahalanya sama dengan seratus ribu kali shalat. Di
selain Masjidil Haram. Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
صَلاَةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ، إِلَّا
المَسْجِدَ الحَرَامَ
“Shalat di masjid Nabawi lebih utama dari pada 1000 kali shalat di selain masjid
Nabawi, kecuali masjidil haram.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sementara shalat di Masjidil Haram lebih utama dibandingkan 100.000 kali shalat
di selain Masjidil Haram
6. Dibolehkan untuk melaksanakan shalat dan thawaf di Masjidil Haram kapan saja,
meskipun bertapatan dengan waktu terlarang untuk shalat.
Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam berpesan:
“Janganlah kalian melarang seorangpun untuk melakukan thawaf dan shalat di
baitullah kapan saja, baik siang maupun malam.” (HR. an-Nasa’i no. 585, Ahmad
no. 16782, dan dishahihkan al-Albani)
7. Tidak boleh memburu binatang yang hidup di Mekah.
Siapa yang memburu binatang maka dia wajib membayar denda gantinya. Allah
berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْتُلُوا الصَّيْدَ وَأَنْتُمْ حُرُمٌ وَمَنْ
قَتَلَهُ مِنْكُمْ مُتَعَمِّدًا فَجَزَاءٌ مِثْلُ مَا قَتَلَ مِنَ النَّعَمِ
“Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu
sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka
dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang
dibunuhnya.” (QS. Al Maidah: 95)
Allahu a’lam
Dikutip dari Sumber Artikel : " http://www.konsultasisyariah.com "
Artikel : Tuntunan Islam - Selada Raya
Kunjungi: Perumnas I Selada Raya Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah
![]() |
![]() |
Ingin Mendapat Tambahan Pahala dan Terkabul Do'a?
Sebarkan Artikel ini, agar Anda mendapat Pahala Berbagai Ilmu Bermanfaat
Do'kan kebaikan untuk kami, agar Anda mendapat Kebaikan Yang sama
Do'akanlah agar pengelola website ini beserta keluarga besarnya Allah jadikan panjang umur dan bertakwa, diampuni segala dosa, sehat-kaya-bahagia hingga akhir
usia. Dengan mendo'akan kebaikan untuk kami, Insya Allah Anda mendapat kebaikan yang sama.
Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda : "Do'a seseorang muslim untuk saudaranya ketika saudaranya tidak mengetahuinya adalah do'a yang mustajab (terkabulkan).
Disisinya ada malaikat yang bertugas (mengaminkan do'a-nya). Setiap kali dia mendo'akan kebaikan untuk saudaranya, malaikat tersebut berkata : Amin, engkau
akan mendapatkan yang sama dengan-nya." {HR. Muslim no. 2733}.


