Home » , » Emansipasi Wanita

Emansipasi Wanita

Written By Rachmat.M.Flimban on Senin, 10 Maret 2014 | 00.12

Print Friendly and PDFPrint Artikel ini

Muslimah

Dunia, terlebih dunia islam terus menerus diusik dengan isu emansipasi wanita. Para penggerak emansipasi wanita sering kali menyuarakan kesamaan gender, lelaki menyamai wanitaan sebaliknya juga demikian. Sebagaimana lelaki boleh menjadi pemimpin maka mereka juga menuntut agar wanita juga boleh menjadi pemimpin.

Saya tidak ingin berdebat dalam urusan ini, saya hanya ingin bertanya: bila kaum lelaki di perumahan atau kampung bertugas ronda malam, apa para penggerak emansipasi juga akan mengusulkan agar wanita juga bertugas ronda malam?

Bila di tempat-tempat umum kaum lelaki disediakan tempat untuk buang air kecil (kencing) dengan berdiri, maka apakah para penggerak emansipasi juga akan memperjuangkan agar kaum wanita disiapkan tempat untuk buang air kecil dengan berdiri?

Bila kaum wanita melahirkan anak, apa mereka juga akan mengusulkan agar lelaki juga hamil lalu melahirkan anak?

Bila wanita setiap bulan datang bulan, apa mereka juga akan memperjuangkan agar lelaki setiap bulan juga mengalami pendarahan dengan cara apapun?

Bila kaum wanita menggunakan make up, lip stik, pemerah pipi dll, apakah para pejuang emansipasi juga akan menuntut agar kaum lelaki melakukan hal yang sama?

Fitrah, kodrat dan akal sehat setiap insan pasti mengakui adanya perbedaan lelaki dan wanita. Dan sudah barang tentu perbedaan ini menyebabkan adanya perilaku, hak dan tanggung jawab masing masing. Ada amalan yang cocok dan hanya bisa dilakukan oleh kaum lelaki, semisal kencing berdiri, demikian juga, ada amalan yang hanya pantas dilakukan oleh wanita, semisal memakai merah bibir dan pipi.

Dan diantara hal yang hanya patut dilakukan oleh lelaki selaras dengan kodrat mereka, ialah menjadi pemimpin ummat, baik dalam skup yang sempit yaitu dalam rumah tangga sebagaimana ditegaskan pada ayat berikut:

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

Lelaki adalah pemimpin kaum wanita karena kelebihan yang Allah berikan kepada kaum lelaki diatas kaum wanita dan karena harta yang mereka belanjakan” (QS An Nisa 34)

Demikian pula dalam kepemimpinan yang berskala luas yaitu sebagai kepala negara atau khalifah. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لَنْ يُفْلِحَ قَوْمٌ وَلَّوْا أَمْرَهُمُ امْرَأَةً

Tidak akan sukses kaum yang menyerahkan kepemimpinan mereka kepada wanita” (HR Al Bukhary).

sumber Artikel Muslim.Or.Id


 
Artikel : Islam Blogger
Kunjungi: Perumnas I Selada Raya Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

print this page Print this page Facebook Twitter  

Ingin Mendapat Tambahan Pahala dan Terkabul Do'a?
Sebarkan Artikel ini, agar Anda mendapat Pahala Berbagai Ilmu Bermanfaat
Do'kan kebaikan untuk kami, agar Anda mendapat Kebaikan Yang sama
Do'akanlah agar pengelola website ini beserta keluarga besarnya Allah jadikan panjang umur dan bertakwa, diampuni segala dosa, sehat-kaya-bahagia hingga akhir usia. Dengan mendo'akan kebaikan untuk kami, Insya Allah Anda mendapat kebaikan yang sama.
Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda : "Do'a seseorang muslim untuk saudaranya ketika saudaranya tidak mengetahuinya adalah do'a yang mustajab (terkabulkan). Disisinya ada malaikat yang bertugas (mengaminkan do'a-nya). Setiap kali dia mendo'akan kebaikan untuk saudaranya, malaikat tersebut berkata : Amin, engkau akan mendapatkan yang sama dengan-nya." {HR. Muslim no. 2733}.


Untuk Mendapatkan Artikel-artikel Terbaru!
Silahkan Tinggalkan Alamat E-Mail Pada kolom dibawah ini,Dengan Demikian Anda akan Menerima Email Setiap ada Artikel/Posting Terbaru.

Letakan email anda!;

Delivered by FeedBurner

Share this article :


 
Support : Ajaran Islam | Central Sela Raya | Redaksi
Copyright © 2013. TUNTUNAN ISLAM - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger