Home » , , , , » Apakah Penduduk Surga Mengalami Tidur?

Apakah Penduduk Surga Mengalami Tidur?

Written By Rachmat.M.Flimban on Selasa, 21 Oktober 2014 | 19.49

Print Friendly and PDFPrint Artikel ini

Category  : Fatwa Ulama, akidah, hisab, jannah, neraka, surga, tidur

Transcribed : 8 October 2014,

Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Ar Rajihi

Soal:

Apakah penduduk surga itu mengalami tidur? Dan apa makna dari firman Allah Ta’ala:

{خَيْرٌ مُسْتَقَرًّا وَأَحْسَنُ مَقِيلًا}

paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya” (QS. Al Furqan: 24)

Jawab:

Penduduk surga itu tidak tidur. Sebagaimana dalam hadits:

النوم أخو الموت

Tidur adalah saudaranya kematian

Sedangkan di surga tidak ada tidur dan tidak ada maut, juga tidak ada sakit, tua, resah dan gelisah, kesedihan, tidak ada buang air kecil, buang air besar, atau bau yang busuk. Wanita juga tidak ada haid, nifas, juga tidak ada dendam, kebencian, kedengkian. Mereka akan berdiri di qintharah setelah melewati shirath. Kemudian diberlakukan qishash di antara mereka. Kemudian dicabut rasa dendam dari dada-dada mereka sehingga mereka memasuki surga dalam keadaan suci murni. Allah Ta’ala berfirman:

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَى سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ

Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan” (QS. Al HIjr: 47)

Adapun firman Allah:

{خَيْرٌ مُسْتَقَرًّا وَأَحْسَنُ مَقِيلًا}

paling indah tempat istirahatnya” (QS. Al Furqan: 24)

Maksudnya, waktu istirahat bagi seorang hamba adalah di surga. Artinya, Allah Ta’ala menghisab seluruh makhluk di hari kiamat dan menyelesaikan semuanya sekadar waktu setengah hari, lalu kemudian penduduk surga melakukan qailulah (istirahat) di surga.

{أَصْحَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَئِذٍ خَيْرٌ مُسْتَقَرًّا وَأَحْسَنُ مَقِيلًا}

Penghuni-penghuni surga pada hari itu palig baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya” (QS. Al Furqan: 24)

***

Sumber: Fatawa Munawwa’ah Syaikh Ar Rajihi 2/42, Asy Syamilah

Sources of articles  : Muslim.Or.Id

Rewritten by : Rachmat Machmud  end Republished by : Redaction Selada Raya

Kembali Keatas

Hari ini :
Share this article :


 
Support : Ajaran Islam | Central Sela Raya | Redaksi
Copyright © 2013. TUNTUNAN ISLAM - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger