Pengertian Jama’ah الجماعة
Category : " Manhaj "
Pengertian Jama’ah الجماعة
Oleh : ABU ZAHRA
Sumber Artikel : http://hablulloh.wordpress.comJama’ah adalah : Golongan yang memiliki Imam yang mencocoki Al-Qur’an dan Al-Hadits (murni Al-Qur’an dan Al-Hadits) dan membaiatnya serta mentaatinya bilma’ruf.
Walaupun ada beberapa perselisihan tentang arti jama’ah, kita tetap mengambil pengertian yang sudah di manqulkan dalam jama’ah, karena pengertian tersebut yang paling kuat dan benar.
Imam Ath-Thobari rohimahullah mengatakan (setelah menguraikan beberapa perselisihan tentang pengertian jama’ah) : Pengertian yang benar dari hadits menetapi jama’ah (لُزُومُ الْجَمَاعَةِ) adalah orang-orang yang yang selalu mentaati seseorang yang telah mereka sepakati sebagai Amir, maka barang siapa yang merusak baiat (tidak mentaati Amir) berarti dia keluar dari jama’ah.
Imam Asy-Syathibiy rohimahullah mengatakan : Kesimpulan dari arti jama’ah adalah berkumpul (berbaiat) kepada seorang Imam yang mencocoki Al-Qur’an dan Al-Hadits, demikian itu jelas mengandung arti bahwa berkumpul (berbaiat) kepada seorang Imam yang tidak menetapi sunah (Al-Qur’an dan Al-Hadits) tidak termasuk jama’ah yang disebutkan dalam hadits-hadits diatas seperti golongan khawarij dan yang sejenisnya.
Contoh lafadz hadits yang menunjukan bahwa kata-kata “jama’ah” dalam hadits yang dimaksud adalah jama’ah yang mempunyai Imam, yaitu :
عَنِ النَّبِىِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ : مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ عَلَيْهِ ، فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ ، إِلاَّ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً (البخاري رقم 7054)[1]
Imam dalam jama’ah bukan sekedar pemimpin agama biasa, akan tetapi Imam yang benar-benar diangkat dengan cara dibaiat, seperti kisah para kholifah dan imam-imam setelahnya, kesemuanya resmi disebut imam/kholifah setelah dibaiat.
Contoh lafadz hadits yang menunjukan harusnya baiat, yaitu :
عَنِ النَّبِىِّ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- قَالَ « كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمُ الأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِىٌّ خَلَفَهُ نَبِىٌّ وَإِنَّهُ لاَ نَبِىَّ بَعْدِى وَسَتَكُونُ خُلَفَاءُ فَتَكْثُرُ ». قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا قَالَ « فُوا بِبَيْعَةِ الأَوَّلِ فَالأَوَّلِ وَأَعْطُوهُمْ حَقَّهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرْعَاهُمْ (مسلم 6/17)
Artikel : Tuntunan Islam - Selada Raya
Kunjungi: Perumnas I Selada Raya Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah
![]() |
![]() |
Ingin Mendapat Tambahan Pahala dan Terkabul Do'a?
Sebarkan Artikel ini, agar Anda mendapat Pahala Berbagai Ilmu Bermanfaat
Do'kan kebaikan untuk kami, agar Anda mendapat Kebaikan Yang sama
Do'akanlah agar pengelola website ini beserta keluarga besarnya Allah jadikan panjang umur dan bertakwa, diampuni segala dosa, sehat-kaya-bahagia hingga akhir
usia. Dengan mendo'akan kebaikan untuk kami, Insya Allah Anda mendapat kebaikan yang sama.
Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda : "Do'a seseorang muslim untuk saudaranya ketika saudaranya tidak mengetahuinya adalah do'a yang mustajab (terkabulkan).
Disisinya ada malaikat yang bertugas (mengaminkan do'a-nya). Setiap kali dia mendo'akan kebaikan untuk saudaranya, malaikat tersebut berkata : Amin, engkau
akan mendapatkan yang sama dengan-nya." {HR. Muslim no. 2733}.

