Dikutip dari eBook: Ensiklopedi Amaalan di Bulan Rojab
Penulis eBook Oleh : Ustadz Abi Ubaidah dan Ustadz Abi Abdillah حفظهما الله
A. RAJAB, DEFINISI DAN KEUTAMAANNYA
“Rajab” secara bahasa diambil dari kata رَجَبَ الرَّجُلُ رَجَبًا artinya: mengagungkan dan memuliakan. Rajab adalah sebuah bulan. Dinamakan dengan “Rajab” dikarenakan mereka dahulu sangat mengagungkannya pada masa jahiliyah, yaitu dengan tidak menghalalkan perang di bulan tersebut.1
Tentang keutamaannya, Alloh عزّوجلّ telah berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتَابِ اللهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّماَوَاتِ وَاْلأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ فَلاَتَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Alloh adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Alloh di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu. (QS. at-Taubah/9: 36)
Imam Thabari رحمه الله berkata, “Bulan itu ada dua belas, empat di antaranya merupakan bulan haram (mulia), di mana orang-orang jahiliyah dahulu mengagungkan dan memuliakannya. Mereka mengharamkan peperangan pada bulan tersebut. Hingga seandainya ada seseorang bertemu dengan pembunuh bapaknya, dia tidak akan menyerangnya. Bulan empat itu adalah Rajab Mudhar, dan tiga bulan berurutan: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Demikianlah dinyatakan dalam hadits-hadits Rasulullah صلى الله عليه وسلم.”2
Imam Bukhari رحمه الله meriwayatkan dalam Shahihnya 4662 dari Abu Bakrah رضي الله عنه bahwasanya Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
إِنَّ الزَّمَانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِيْ بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana keadaannya tatkala Alloh menciptakan langit dan bumi, setahun ada dua belas bulan di antaranya terdapat empat bulan haram, tiga bulan berurutan yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab Mudhar yang terletak antara Jumada (akhir) dan Sya’ban.
Diantara dalil yang
menunjukkan bahwa bulan Rajab sangat diagungkan oleh manusia pada masa jahiliyah
adalah riwayat Ibnu Abi Syaibah3
dari Kharasyah bin Hurr, ia berkata, “Saya melihat Umar memukul tangan-tangan
manusia pada bulan Rajab agar mereka meletakkan tangan mereka di piring,
kemudian beliau (Umar) mengatakan, ‘Makanlah oleh kalian, karena sesungguhnya
Rajab adalah bulan yang diagungkan oleh orang-orang jahiliyah.’”
--------------------------------------------------------------------------------
1. Al-Qamus al-Muhith 1/74 dan Lisanul
Arab 1/411, 422.
2. Jami’ul Bayan 10/124-125.
3. al-Mushannaf 2/345. Atsar shahih, dishahihkan Ibnu Taimiyah
dalam Majmu’ Fatawa 25/291 dan al-Albani dalam Irwa’ul Ghalil 957.
dalam Posting ini menjelaskan beberapa topik yakni:
-
Defenisi Rojab dan Keutamaannya
-
Sholat Rogho’ib
-
Perayaan Isra’ Mi’raj
-
Puasa Rojab, dan
-
Sembelihan Rojab
Publisher of the article by :Ibnumajjah.com
Rewritten by : Rachmat Machmud end Republished by :Redaction
Kunjungi : Perumnas I Selada Raya Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah



