Home » , , » Amalan Bulan Rajab, E. Mengukhususkan Puasa di Bulan Rajab

Amalan Bulan Rajab, E. Mengukhususkan Puasa di Bulan Rajab

Written By Rachmat.M.Flimban on Rabu, 07 Mei 2014 | 19.17

Print Friendly and PDFPrint Artikel ini

Dikutip dari eBook: Ensiklopedi Amaalan di Bulan Rojab
Penulis eBook Oleh : Ustadz Abi Ubaidah dan Ustadz Abi Abdillah حفظهما الله

E. MENGKHUSUSKAN PUASA DI BULAN RAJAB

Category  : Manhaj

Termasuk perkara bid’ah di bulan Rajab, mengkhususkan puasa bulan Rajab. Karena tidak ada hadits shahih yang mendukungnya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah صلى الله عليه وسلم mengatakan, “Adapun mengkhususkan puasa di bulan Rajab, seluruh haditsnya lemah dan palsu. Ahli ilmu tidak menjadikannya sebagai sandaran sedikitpun.1

Imam Suyuthi asy-Syafi’i berkata, “Mengkhususkan bulan Rajab dengan puasa, dibenci. Asy-Syafi’i berkata, ‘Aku membenci bila seseorang menyempurnakan puasa sebulan penuh seperti puasa Ramadhan. Demikian pula mengkhususkan suatu hari dari hari-hari lainnya….”

Dan Imam Abdullah al-Anshari –seorang ulama Khurasan– tidak berpuasa bulan Rajab bahkan melarangnya seraya berkata, “Tidak satu hadits pun yang shahih dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم tentang keutamaan bulan Rajab dan puasa Rajab.

Bila dikatakan, “Bukankah puasa termasuk ibadah dan kebaikan?” Jawabnya: “Benar. Tapi ibadah harus berdasarkan contoh dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Apabila kita ketahui haditsnya dusta, berarti tidak termasuk syari’at.

Bulan Rajab diagung-agungkan oleh Bani Mudhar di masa jahiliyah sebagaimana dikatakan Umar bin Khaththab رضي الله عنه. Bahkan beliau memukul tangan orang-orang yang berpuasa Rajab. Demikian pula Ibnu Abbas رضي الله عنهما –yang berjuluk lautan ilmu umat– membenci puasa Rajab. Ibnu Umar رضي الله عنهما pun apabila melihat manusia berpuasa Rajab, beliau membencinya seraya berkata, “Berbukalah kalian, sesungguhnya Rajab adalah bulan yang diagungkan oleh ahli jahiliyah.2

Imam Thurthusi mengatakan –setelah membawakan atsar-atsar di atas–, “Atsar-atsar ini menunjukkan pengagungan manusia terhadap Rajab sekarang ini merupakan sisa-sisa peninggalan zaman jahiliyah dahulu. Kesimpulannya, dibenci berpuasa di bulan Rajab. Apabila seorang berpuasa dalam keadaan yang aman, yaitu bila manusia telah mengetahui dan tidak menganggapnya wajib maupun sunnah, maka hukumnya tidak mengapa.3

Kesimpulan perkataan para ulama di atas, “Tidak boleh mengkhususkan puasa di bulan Rajab sebagai pengagungan terhadapnya. Sedangkan apabila seseorang telah terbiasa (rutin) berpuasa sunnah (puasa Dawud atau Senin-Kamis misalnya, baik di bulan Rajab maupun bukan) dan tidak beranggapan sebagaimana anggapan salah masyarakat awam sekitarnya, maka diperbolehkan.

--------------------------------------------------------------------------------

1. Majmu’ Fatawa 25/290.
2. al-Mushannaf Ibnu Abi Syaibah 2/346, lihat pula al-Amru bil Ittiba’ hal. 174-176 oleh as-Suyuthi.
3. al-Hawadits wal Bida’ hal. 141-142.

dalam Posting ini menjelaskan beberapa topik yakni:

  1. Defenisi Rojab dan Keutamaannya

  2. Riwayat seputar bulan Rojab

  3. Sholat Rogho’ib

  4. Perayaan Isra’ Mi’raj

  5. Puasa Rojab, dan

  6. Sembelihan Rojab

Publisher of the article by :Ibnumajjah.com

Rewritten by : Rachmat Machmud end Republished by :Redaction

Kunjungi : Perumnas I Selada Raya Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah



Ingin Mendapat Tambahan Pahala dan Terkabul Do'a?
Sebarkan Artikel ini, agar Anda mendapat Pahala Berbagai Ilmu Bermanfaat Do'kan kebaikan untuk kami, agar Anda mendapat Kebaikan Yang sama
 
Do'akanlah agar pengelola website ini beserta keluarga besarnya Allah jadikan panjang umur dan bertakwa, diampuni segala dosa, sehat-kaya-bahagia hingga akhir usia. Dengan mendo'akan kebaikan untuk kami, Insya Allah Anda mendapat kebaikan yang sama.

Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda : "Do'a seseorang muslim untuk saudaranya ketika saudaranya tidak mengetahuinya adalah do'a yang mustajab (terkabulkan). Disisinya ada malaikat yang bertugas (mengaminkan do'a-nya). Setiap kali dia mendo'akan kebaikan untuk saudaranya, malaikat tersebut berkata : Amin, engkau akan mendapatkan yang sama dengan-nya." {HR. Muslim no. 2733}.
Share this article :


 
Support : Ajaran Islam | Central Sela Raya | Redaksi
Copyright © 2013. TUNTUNAN ISLAM - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger